RSS

Komunitas ASEAN

03 Sep

Komunitas ASEAN 2015, adakah yang belum pernah mendengarnya atau hanya saya saja? Sejujurnya jika bukan karena ada yang mengirim link tentang ASEAN BLOGGER ke saya, mungkin saya tidak akan tahu tentang Komunitas ASEAN 2015, bahkan mungkin sampai lewat tahun 2015 sekalipun.

Didorong oleh rasa penasaran, maka saya pun mencari tahu apa itu Komunitas ASEAN 2015. Sebelumnya yang saya tahu hanyalah ASEAN, yaitu organisasi negara-negara di Asia Tenggara, yang tak ada hubungannya dengan orang-orang yang awam politik seperti saya. Di pelajaran yang saya dapat waktu sekolah, negara-negara yang tergabung dalam ASEAN akan menjalin kerjasama dalam segala bidang, baik politik, ekonomi, kebudayaan, dan lain sebagainya. Sejauh ini saya serahkan pada orang-orang yang lebih memahami hal itu, dalam pikiran saya, pemerintah dan para petinggi negara.

Lalu ada kata komunitas yang mendahului kata ASEAN, berpikir agak keras sampai akhirnya menemukan fakta sederhana yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya, atau mungkin saya abaikan. Fakta tersebut adalah bahwa kita, saya, sebagai bangsa Indonesia yang notabene adalah anggota ASEAN, sekecil apapun peranan kita, apapun bidang kita, harus bisa masuk dalam komunitas ASEAN, yang diharapkan dapat terwujud pada tahun 2015. Sebagaimana tujuan didirikannya organisasi ini, untuk menjalin kerjasama di segala bidang, maka tak ada alasan lagi untuk saya lepas tangan dari topik ini.

Saya sempat membuka website resmi ASEAN, dan di bawah judul ASEAN Community benar-benar saya temukan bahwa kerjasama yang bisa dibangun meliputi berbagai aspek dari kehidupan. Dan sekali lagi, saya juga baru menyadari hal itu. Dengan adanya komunitas ASEAN, diharapkan tidak hanya pemerintah dan para petinggi saja yang berperan, tetapi juga seluruh aspek masyarakat. Oleh karena ada beberapa hal yang memang tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada hanya segelintir orang saja. Saya ambil contoh yang belakangan sedang hangat, hubungan kita dengan negara tetangga. Sudah bukan rahasia lagi bahwa beberapa tahun ini, hubungan Indonesia dan Malaysia mengalami ketegangan. Mulai dari masalah batas negara, kebudayaan, sampai tenaga kerja. Kemudian meski kepala kedua negara bisa berjabat tangan dan berdamai setiap saat, tak ada artinya jika di luarnya rakyatnya sendiri masih saling menghujat dan berperang kalimat, yang masih jelas terlihat di dunia maya.

Jadi, dibutuhkan adanya perasaan persaudaraan bahwa kita adalah berasal dari satu rumpun. Jika suatu saat kita berbangga dengan nasionalisme kita bahwa kita adalah bangsa Indonesia, misalnya saat kita sedang berada di Eropa, akan menyenangkan sekali bertemu dengan saudara kita sesama orang Indonesia meski sebelumnya kita tak mengenalnya. Dengan adanya komunitas ASEAN, maka jika kita bertemu dengan orang Vietnam atau Singapura, kita juga bisa mengatakan bahwa mereka adalah saudara kita.

Perasaan persaudaraan itulah yang semakin memperkuat dan mempercepat perwujudan dari apa yang hendak dicapai dari berdirinya ASEAN, bukan hanya sekedar perjanjian-perjanjian saja. Dengan persaudaraan itu pula kita bisa bersama-sama membangkitkan kekuatan dari berbagai aspek, bukan hanya di tingkat regional, tetapi juga internasional. Oleh karena adanya semangat persaudaraan, persaingan antar anggota ASEAN akan lebih sehat dan saling membangun. Sebagai contoh, kita dapat saling mempromosikan kebudayaan khas tiap negara supaya dapat dipandang oleh dunia internasional. Kita juga dapat mewujudkan perekonomian yang kuat dengan perdagangan bebas regional yang telah dicanangkan sebelumnya dalam AFTA, dan masih banyak kebijakan yang menguntungkan untuk seluruh anggota ASEAN itu sendiri.

Untuk mewujudkan hal itu tak mudah tentunya, dibutuhkan kesadaran dari semua pihak. Kesadaran itu sendiri hanya bisa dicapai dengan adanya pengetahuan. Padahal, sebagaimana saya sendiri sebagai bukti hidupnya, masih banyak yang menganggap ASEAN hanyalah organisasi politik yang merupakan urusan dari orang-orang di atas sana.

Jadi, bagaimanakah mewujudkan komunitas ASEAN 2015? Bagaimanakah menanamkan pada setiap individu di negara ini bahwa dia adalah bagian dari suatu komunitas yang dinamakan ASEAN?

Salah satu yang bisa dilakukan adalah melalui dunia maya. Seperti yang sudah saya alami, bahwa seseorang mengirimkan link ASEAN BLOGGER ke saya, kemudian saya mencari tahu, dan sedikit-sedikit mulai tahu. Dan tampaknya memang itu yang sedang dilakukan, dengan membentuk suatu komunitas ASEAN Blogger.

Kita semua tahu bahwa dunia maya sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat kita. Melalui internet, arus informasi mengalir deras, dan bukan hanya searah atau dua arah, tetapi ke berbagai arah. Masyarakat paling awam sekalipun sudah tak asing lagi dengan microblogging seperti Facebook dan Twitter. Sebagian besar juga sudah mempergunakan fasilitas blog untuk mengemukakan opini atau sekedar berbagi informasi.

Kenyataan bahwa internet kini menyajikan informasi lebih banyak dan lebih cepat daripada media informasi lain semakin menguatkan keyakinan saya bahwa komunitas ASEAN Blogger akan sangat menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015.

Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang harus dilakukan oleh komunitas ASEAN Blogger ini? Tak harus muluk-muluk, suatu pencapaian yang besar tak harus diawali dari sebuah ide besar. Berbagi melalui blog masing-masing sudah merupakan suatu langkah. Hitung saja ada berapa juta blogger di Indonesia, maka sekian juta langkah sudah dilakukan untuk memberi informasi pada masyarakat. Belum lagi para microblogger yang jumlahnya lebih berlipat-lipat, dan arus informasinya juga lebih cepat.

Tanpa melupakan tujuan utama dari komunitas ASEAN ini, selayaknya komunitas ASEAN Blogger juga tak melulu berkomunikasi dengan masyarakat di Indonesia saja, tetapi juga seluruh masyarakat ASEAN. Untuk yang satu ini ada satu hal yang tak boleh dilupakan, komunikasi yang efektif. Dimana segala hal yang disampaikan melalui blog harus bisa dipahami oleh pembacanya. Jangan sampai kita melupakan bahwa meski mirip dengan bahasa Indonesia, tetapi bahasa Melayu yang dipakai di Malaysia dan Brunei kadang didapatkan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Dan jangan melupakan juga bahwa di Thailand dan Myanmar mereka memiliki bahasa sendiri. Jadi, komunitas ASEAN Blogger dituntut untuk menguasai bahasa Inggris, terutama tulisan. Selain itu, komunitas ASEAN Blogger juga dituntut untuk lebih cerdas dalam beropini maupun menyikapi masalah yang sedang hangat. Mereka diharapkan tidak hanya mengedepankan emosi ataupun pendapat pribadi, tetapi harus mampu melihat dalam sudut pandang yang lebih luas dan bertanggung jawab kepada banyak orang.

Melalui blog, kita dapat saling berbagi mengenai kebijakan-kebijakan apa saja yang sudah disepakati oleh negara-negara ASEAN. Kita juga dapat menyebarluaskan pada dunia apa saja yang sedang dilakukan oleh komunitas ASEAN untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Di samping itu, diskusi juga dapat dilakukan melalui blog, bagaimana masing-masing menyampaikan pendapat dan argumentasinya, setiap saat, tanpa dibatasi oleh jarak. Dengan begitu, masalah-masalah yang hangat dan isu strategis dapat didiskusikan lebih dini, sehingga pembahasan saat KTT berlangsung pun dapat lebih mewakili apa yang diinginkan oleh anggota komunitas ASEAN ini, karena semuanya telah dibicarakan secara terbuka sebelumnya.

Peranan blog dalam mewujudkan komunitas ASEAN 2015 tak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini merupakan salah satu sarana yang menjanjikan. Saya sendiri punya seorang teman orang Meksiko, hanya melalui microblogging, karena adanya persamaan hobi dan kesukaan. Jadi bukan suatu hal yang mustahil mempersatukan komunitas ASEAN yang satu rumpun ini, memperkuat perasaan persaudaraan, dan menjalin kerjasama yang lebih erat dan efektif melalui sebuah wadah ASEAN BLOGGER.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 3, 2011 in My Thoughts

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: