RSS

Jendela Dunia (Ultah GPU 38)

25 Mar

23 Maret 2012 01:38 AM

Perpustakaan di rumah besar itu sudah gelap sejak satu jam yang lalu. Lampu-lampu dimatikan, tirai ditutup, sehingga tak secercah cahaya pun bisa masuk. Dari sela pintu yang langsung menuju ke ruang tengah hanya terlihat seberkas cahaya tipis dari lampu lima watt, tak cukup besar untuk menerangi bagian dalam perpustakaan.

Tiba-tiba, seperti ada yang menyalakan saklar, cahaya berwarna-warni muncul dari seluruh rak buku yang menutupi dinding perpustakaan. Cahaya ini berbeda, bukan dari lampu, tetapi dari buku-buku. Setiap buku memancarkan cahayanya masing-masing. Ada yang berwarna putih terang, ada yang kehijauan, ada yang biru pucat, merah hati, bahkan ada pula yang hitam menyilaukan.

“Selamat pagi, Teman-teman,” sapa buku Frankenstein edisi pertama berbahasa Inggris terbitan F-Books, yang meskipun sudah lusuh termakan usia, tetapi memancarkan sinar hijau kecoklatan yang cantik.

“Pagi, Frankie Tua. Hei, Frankie Muda, kau kenapa?” tanya buku Golden Compass bahasa Indonesia terbitan Gramedia yang sinar keemasannya menular ke buku-buku di sampingnya, kepada buku Frankenstein berbahasa Indonesia terbitan Pustaka-F.

Buku yang dipanggil sebagai Frankie Muda itu tampak tersedu di meja baca. Dia baru saja dibaca, tetapi sinarnya tampak redup dan kontras dengan sampul barunya yang masih rapi.

“Dia membacaku…” katanya sambil mengatur napas, “Tapi sepertinya tidak akan selesai.” Tangisnya meledak lagi.

“Kenapa? Ada yang salah?” sahut buku Harry Potter and The Prisoner of Azkaban berbahasa Inggris.

Frankie Muda yang mulai tenang karena dihibur oleh buku Brida terbitan Gramedia di sampingnya menjawab, “Dia menggumamkan masalah bahasa, typo, dan kertasku.”

“Ah, tak apa. Aku dulu juga seperti itu. Tapi dia tetap menyelesaikanku,” kata buku The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde berbahasa Indonesia terbitan Pustaka-T dengan tenang.

“Itu kan sebelum dia membeli Jeky Tua,” jawab Frankie Muda menunjuk buku The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde berbahasa Inggris terbitan T-Books. Dia tampak ingin menangis kembali, “Apalagi setelah dia membeli Jeky Kecil dia sudah tak pernah menyentuhmu lagi kan, Jeky Muda,” lanjutnya menunjuk buku dengan judul yang sama berbahasa Indonesia terbitan Gramedia.

“Ah, kenapa ya, kita selalu dianaktirikan seperti ini. Aku juga merasa akan dibuang sebentar lagi, setelah dia membeli Olie Kecil,” kata buku Oliver Twist berbahasa Indonesia terbitan Pustaka-O.

“Syukurlah, dia hanya memiliki aku sebagai satu-satunya edisi bahasa Indonesia,” bisik buku Animal Farm terbitan Pustaka-A yang dengan cepat disikut oleh kakaknya yang berbahasa Inggris terbitan A-Books.

“Kenapa ya, nasib kita yang berbahasa Indonesia tidak menentu seperti ini. Kupikir kalau kakak-kakak kita sudah berjaya, kita juga bisa seperti mereka,” kata buku The Hunger Games terbitan Gramedia berempati.

“Bahkan kami, buku lokal pun juga bernasib sama,” kata buku panduan memasak terbitan Pustaka-M yang bersampul kue-kue kering.

“Dia membacaku sampai habis, tapi setelah itu tak menyentuhku lagi. Apakah itu juga buruk? Dia seperti tak menikmatiku,” tambah buku motivasi terbitan Pustaka-F.

Mereka semua merenung. Masing-masing memikirkan nasibnya dan teman-temannya, tak ada yang bersuara. Hingga kemudian fajar merekah dan cahaya mereka meredup, seseorang masuk ke dalam perpustakaan dan sinar mereka mati sama sekali.

24 Maret 2012 02:12 AM

Suasana perpustakaan hari itu redup sekali. Mereka merasa enggan untuk bangun pagi seperti biasanya. Pikiran mereka masih berkecamuk pada pembicaraan di malam sebelumnya. Akan tetapi, diam-diam beberapa dari mereka sudah tahu jawabannya. Terdengar bisik-bisik di antara beberapa buku. Hari ini berlangsung sangat cepat.

24 Maret 2012 11:55 PM

Pada malam minggu, pemilik rumah biasa tidur lebih awal tanpa membaca di perpustakaan terlebih dahulu. Sudah setengah jam berlalu semenjak lampu-lampu dipadamkan. Dan kini buku-buku mulai menampakkan cahaya-cahaya. Berbeda dengan hari sebelumnya, warna-warni yang ditampilkan oleh beberapa buku tampak lebih ceria.

Sudah tak nampak lagi kesedihan di buku-buku dalam rak yang berderet. Bisikan-bisikan yang tersebar hari sebelumnya tampaknya membuat mereka lebih lega.

“Beruntung kalian para buku terbitan Gramedia, jarang ada yang mengeluh dengan kualitas kalian,” kata Wuthering Heights bahasa Indonesia terbitan Pustaka-W.

“Ah, jangan merendah seperti itu. Setiap buku kan punya kelebihan dan kekurangan,” kata buku Negeri 5 Menara terbitan Gramedia.

“Tak apa, Wuthie Muda benar. Tapi kami sudah tak sedih lagi, karena kita bersama-sama di sini,” tambah Frankie Muda sambil tersenyum.

25 Maret 2012 00:00 AM

Tiba-tiba beberapa buku terlepas dari raknya, mereka memancarkan cahaya warna-warni yang terang dan gemerlapan, menyatu dalam deretan, melayang-layang di tengah-tengah perpustakaan.

“Wow, lihat!” teriak Ollie Tua bersemangat.

Ada tiga puluh delapan buku yang berjajar di tengah ruangan itu.

  1. Harry Potter series (J. K. Rowling)
  2. Antologi Rasa (Ika Natassa)
  3. Pride and Prejudice (Jane Austen)
  4. Perfect Match (Jodi Picoult)
  5. Yobel Colter and The Curse of The Dream (Shine Cyrus)
  6. 3 Cinta 1 Pria (Arswendo Atmowiloto)
  7. 86 (Okky Madasari)
  8. Three Act Tragedy (Agatha Christie)
  9. Holiday in Death (J. D. Robb)
  10. Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)
  11. Ingo (Helen Dunmore)
  12. Reckless (Cornelia Funke)
  13. Therese Raquin (Emile Zola)
  14. Heretic (Sarah Singleton)
  15. Darren Shan series (Darren Shan)
  16. Autumn in Paris (Ilana Tan)
  17. Yogyakarta (Damien Dematra)
  18. On The Way to The Wedding (Julia Quinn)
  19. Great Expectations (Charles Dickens)
  20. Ranah 3 Warna (Ahmad Fuadi)
  21. A Gift From A Friend (Merry Riana)
  22. Momo (Michael Ende)
  23. Eleven Minutes (Paulo Coelho)
  24. Dear John (Nicholas Sparks)
  25. Interworld (Neil Gaiman)
  26. A Woman Scorned (Liz Carlyle)
  27. Pompeii (Robert Harris)
  28. Utukki (Clara Ng)
  29. Smash Cut (Sandra Brown)
  30. Twilight (Stephanie Meyer)
  31. Abadilah Cinta (Andrei Aksana)
  32. Karmaka Surjandaja (Dahlan Iskan)
  33. Ayahku (Bukan) Pembohong (Tere Liye)
  34. Untouched (Anna Campbell)
  35. Three Weddings and Jane Austen (Prima Santika)
  36. A Passionate Revenge (Sara Wood)
  37. Mockingjay (Suzanne Collins)
  38. Aku Ini Binatang Jalang (Chairil Anwar)

“Cantiknya, coba baca huruf awal masing-masing buku,” kata buku The Host edisi bahasa Inggris terbitan H-Books.

“Terima kasih, Teman-teman,” seru buku-buku Gramedia yang masih di dalam rak buku. Mereka mendapatkan selamat dari buku-buku terbitan penerbit lain. Sementara itu, setiap buku Gramedia tersebut memancarkan cahaya yang semakin terang, mencerahkan buku-buku lain di sekitarnya.

SEKIAN

*****

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2012 in My Short Stories

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: