RSS

#5BukuDalamHidupku : The Pearl, Pesona Sederhana

13 Nov

the pearlJudul buku : The Pearl
Penulis : John Steinbeck
Penerbit : Dian Rakyat (English, Abridged)

Foto buku di samping ini bukan milik saya. Lebih dari selusin tahun yang lalu saya membaca buku ini, meminjam milik kakak saya–yang sekarang sudah entah dimana buku ini. Buku ini bukan buku bahasa Inggris pertama yang saya baca. Waktu saya sekolah, bahasa Inggris baru masuk ke dalam kurikulum pelajaran SMP, jadi saya baru benar-benar belajar bahasa Inggris saat usia-usia itu. Membaca buku berbahasa Inggris adalah salah satu sarananya, yang difasilitasi dan disponsori oleh ayah, paman, dan kakak saya.

Saya tidak ingat buku berbahasa Inggris pertama yang saya baca–chapter book maksudnya, bukan picture book yang sudah pasti saya lupa. Yang jelas, memang ada beberapa novel yang disederhanakan (abridged), dan hampir semuanya klasik. Buku-buku yang saya lahap dengan nikmat, berbekal kamus Inggris-Indonesia di sampingnya. Yang menjadikan The Pearl ini berbeda adalah, seingat saya, buku ini menjadi yang pertama yang saya nikmati tanpa harus membuka kamus setiap beberapa kalimat. Bukan karena saya mengetahui semua arti katanya, namun karena saat itu kakak saya berkata untuk membacanya terus saja, pahami kalimatnya untuk mengerti maksudnya, tanpa harus bergantung pada arti per katanya. Saya mencobanya, hanya beberapa kali saja menyentuh kamus saat benar-benar dibutuhkan, dan rasanya lebih nikmat.

Setidaknya saya paham bahwa ada seorang nelayan miskin yang menemukan mutiara raksasa. Penemuan yang dianggap anugerah ini berubah menjadi bencana, kala orang-orang justru takut untuk membeli ataupun menerima mutiara tersebut. Nelayan miskin itu terkenal, tapi dia tetap miskin, anaknya tetap sekarat, pun tak ada yang berani mendekatinya. Sejujurnya, banyak detail yang saya lupa dari buku ini–bahkan endingnya. Namun saya ingat emosi yang ditimbulkan oleh buku ini, buku yang bahkan bukan kata-kata asli dari sang penulis. Bayangan saya, jika versi sederhananya saja begitu memesona, bagaimana dengan versi lengkapnya. Oleh karenanya, buku ini termasuk dalam daftar baca saya, yang kali ini akan saya baca versi aslinya, kata-kata yang disusun oleh Steinbeck sendiri.

Berkat inisiasi dari The Pearl ini, saya terbiasa membaca ‘bablas’ saja jika hanya tersandung satu-dua kata. Sejak saat itu, saya benar-benar bisa menjadikan saat membaca buku berbahasa Inggris sebagai kesenangan dan hiburan,di samping untuk memperkaya diri sendiri. Saya memang tak pernah terpaksa membaca buku-buku tersebut, namun dengan cara begitu, saya bisa melahap lebih banyak buku. Mungkin, sejak itu pula saya jatuh cinta pada genre klasik. Kisah-kisah bersetting London abad 19 merupakan favorit saya, apalagi jika terdapat ilustrasi berupa wanita bergaun lebar, pria dengan setelan, kereta-kereta kuda, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, hingga saat ini pun saya termasuk lambat dalam menyerap kosakata baru, jika tak ada ‘perekat’ yang kuat–misalnya susunan kalimat yang quotable. Beberapa kali pun saya menemukan kata tersebut, bisa saja saya melupakannya jika saya menemukannya dalam kalimat-kalimat ‘datar’. Jadi ada untungnya juga membaca dengan cara yang diajarkan oleh kakak saya tersebut, ataukah justru itu yang menjadi permasalahannya? Yang jelas, untuk saat ini, saya masih menikmati cara tersebut.

Manusia harus berkembang. Diawali dari picture book, dilanjutkan dengan abridged classic, dilanjut dengan tingkatan yang lebih tinggi, sampai versi unabridged. Saat ini saya sudah ’emoh’ membaca buku abridged. Sesulit apa pun buku aslinya, sebisa mungkin saya terabas saja, atau–jika sudah mentok–simpan dulu.

Semakin banyak saya membaca, semakin banyak variasi buku bahasa Inggris yang saya baca, semakin saya merasa bahwa bahasa Inggris saya masih sangat dangkal. Sampai seusia ini, ternyata sedikit sekali yang saya pelajari. Karena itulah semakin banyak membaca, kita semakin haus. Ilmu memang ibarat air laut.

#5BukuDalamHidupku

Mudik hari kedua, lihat proyek hari pertama saya di sini.

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on November 13, 2013 in BookShelf

 

4 responses to “#5BukuDalamHidupku : The Pearl, Pesona Sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: