RSS

Dare to Say! (2)

23 Apr

Brace Yourself to Say It!

Happy World Book Day! Hari ini saya benar-benar mengerahkan keberanian untuk mengatakan apa yang saya katakan tentang buku yang akan saya bahas dalam post ini (jangan pusing dulu ya, lol).

Jadi, bukan tanpa alasan saya menaruh ekspektasi yang begitu besar pada buku ini. Semua teman saya yang membaca buku ini di awal-awal ‘keramaian’ buku ini memberikan 5 bintang untuknya. Sinopsis dan review dari banyak blogger maupun goodreaders juga sangat menjanjikan. Bahkan buku ini sebenarnya sudah masuk ke dalam wishlist saya bertahun-tahun lalu, sebelum saya mengenal goodreads. Tetapi, setelah membacanya sendiri, saya patah hati, patah sepatah-patahnya. Bukan berlebihan, tapi sungguh, ini book hangover paling buruk yang pernah saya alami. Bukan karena saya suka dengan buku ini, tetapi karena sebaliknya. Saya sudah meracau panjang dan lebar, tetapi buku apa sih yang saya bicarakan ini?

6064259

about the book

Yep, awalnya saya menyukai buku ini. Saya juga terpesona dengan prolognya, hingga saya sempatkan membuat post tersendiri di sini. Awal yang menjanjikan, tak salah kan jika saya menaruh ekspektasi 5 bintang untuk buku ini. Tetapi begitu memasuki bab awal, entah mengapa saya tak merasakan emosi yang seharusnya saya rasakan, seperti pada prolog, padahal naratornya masih sama. Sempat saya letakkan selama beberapa bulan, hingga bulan lalu, saya sempatkan untuk melanjutkan membaca buku ini.

Memang buku ini bagus, ada bagian-bagian tertentu yang sangat emosional, tetapi sebagian besar–menurut saya–hanyalah narasi datar dari sang kematian. Dia menceritakan kehidupan Liesel–the book thief, melalui sudut pandangnya sebagai ‘bukan manusia’. Jujur saja, saya terganggu dengan ‘here is a little fact’ yang bertebaran di buku ini. Literally, sang narator mengulang pengantar bahwa dia akan membeberkan beberapa fakta. Juga interupsi serta spoiler yang dengan ngotot disampaikannya, seolah pembaca ingin tahu.

Yah, itu saya, saya saja yang seperti itu, saya saja yang tidak bisa terikat secara emosi dengan buku ini. Banyak orang menyukai dan memujanya, tetapi saya tidak bisa, dan saya sangat sedih karena itu. Saya ingin sekali, setidaknya memberi 4 bintang untuk membayar rasa penasaran saya yang mengendap lama. Tetapi jika harus jujur, saya tidak bisa, 3,5 bintang adalah usaha maksimal saya untuk menghargai buku ini.

I’m sorry, sorry for Mr. Zusak, for the fans, and for myself. Really, I really want to enjoy this. Apakah memang saya tidak ditakdirkan dengan buku-buku young adult? Entahlah.

Berani jujur dengan bacaanmu? Utarakan dengan cara:

  • Follow Me:Book admirer atau tambahkan di blogroll kamu. Bisa juga follow lewat email
  • Buat posting tentang buku yang kamu baca dan ternyata tidak sesuai dugaan, harapan, rating GR, rekomendasi teman, baik lebih bagus atau lebih jelek. Kasih tau apa yang awalnya kamu harapkan (rating awal) dan apa yang kamu dapatkan (rating akhir). Underrated or overrated? 😀
  • Oh ya, boleh juga kok kalau kamu mau share pengalaman kamu tentang komen yang muncul soal buku yang udah kamu baca/review. Banyak yang menganggap kamu menilai suatu buku terlalu rendah/tinggi? Silahkan sampaikan pembelaanmu dengan baik 😛
  • Masukkan link postingan kamu ke Mr.Linky yang sudah disediakan di akhir post. Kalau mau, boleh tambahkan button ‘Dare to Say’ juga di postinganmu 😀
  • Posting dilakukan setiap tanggal 23. Tapi, Mr. Linky akan dibuka sampai dengan tanggal 22 bulan berikutnya. Jadi, waktu posting tetap satu bulan 😀
  • Penasaran pengen baca pengakuan para pembaca buku, kan? Rajin-rajin ya, berkunjung ke sesama peserta! 😉
Advertisements
 
4 Comments

Posted by on April 23, 2014 in BookShelf

 

4 responses to “Dare to Say! (2)

  1. Ira

    April 24, 2014 at 8:58 AM

    Wah, sama Bzee. Aku juga lagi kena book hangover paling buruk, setidaknya sampai saat ini. Gara2 habis baca buku yg kumasukkan ke SoT tgl 13 lalu. Sampai hari ini aku masih belum baca satu pun buku lagi *gagalmoveon*

     
    • bzee

      April 24, 2014 at 1:01 PM

      Huah.. Klo aku kmrn ngatasinnya baca buku anak2 dr penulis yg kusuka, emang ga langsung balik sih, tp setidaknya memperbaiki mood dikit lah

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: