RSS

Inggris, Mimpi yang tak Terkikis

29 May

Dua puluh tahun yang lalu, saat ditanya negara mana yang ingin kukunjungi, jawabanku adalah Inggris.
Sepuluh tahun yang lalu, pertanyaan yang sama masih memiliki jawaban yang sama.
Hari ini, jika ada yang masih mempertanyakannya lagi, jawabanku masih sama, Inggris.
Karena saya belum sampai ke sana.

Semenjak suka membaca, bacaanku selalu berkisar pada karya-karya dari benua Eropa, utamanya Inggris. Terlebih saat di bangku sekolah menengah dan berkenalan dengan buku-buku berbahasa Inggris, banyak warisan dari paman yang membawa buku-bukunya dari salah satu negara persemakmuran Inggris, sehingga—tentu saja—menggunakan kurikulum dan sumber dari Inggris. Buku-buku pelajaran maupun sastra terbitan Longman inilah yang paling berjasa menanamkan rasa akrab terhadap negara Inggris.

Kereta-kereta kuda, kapal-kapal uap, bangunan-bangunan mewah bergaya Victoria, pemukiman kumuh yang menghitam di sepanjang sungai Thames, pria-pria bertopi tinggi, dan wanita-wanita dengan rok lebar masih ada dalam pikiran saya saat mendengar kata Inggris. Saya tahu banyak sekali hal sudah berubah, saya pun tidak banyak menjelajahi google untuk tahu seluk-beluk negeri Ratu Elizabeth ini. Inggris yang masih sering saya jelajahi sampai detik ini adalah Inggris yang ditorehkan melalui karya-karya Dickens, Doyle, Burnett, bahkan Orwell, atau yang lebih modern mungkin Rowling, Gaiman, serta Pullman. Kehidupan yang jauh lebih kaya, lebih istimewa, dan membuat saya semakin rindu dengan negeri mereka.

Jika saya ditanya kenapa harus pergi ke Inggris, tidak ada alasan yang muluk atau menggebu-gebu tentang itu. Alasannya sudah mengalir dalam darah saya sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak ada sesuatu yang besar untuk diutarakan, mimpi itu sudah menyatu sebagai kebutuhan yang tak terpisahkan pada diri dan pikiran saya. Hari-hari panjang bersama Oliver Twist dan Harry Potter membuat saya merasa bahwa rumah mereka adalah kampung halaman saya yang kesekian, bahwa suatu kali dalam hidup saya akan mengunjunginya. Sudut-sudut gelap tempat Oliver dipaksa mencuri dan pojok-pojok rahasia yang tidak diketahui para Muggle selalu hidup dalam imajinasi saya, menghidupkan kenangan tentang Inggris yang berada di batas nyata dan tak nyata. Nyata karena tempat itu bisa dikunjungi, tak nyata karena kejadian yang terjadi di dalamnya hanya berupa khayalan yang mewujud menjadi kehidupan.

Hidup dengan mimpi yang sama selama bertahun-tahun terkadang memunculkan orang-orang yang—mungkin secara tidak sadar—berusaha mematahkan mimpi tersebut. Berulang kali saya mendapatkan cerita yang tidak mengenakkan, tentang orang-orang Inggris, tentang negaranya, dan lain sebagainya. Cerita yang tak perlu saya ulang, karena saya sudah menghapusnya, karena semuanya tak sekuat bayangan yang diciptakan bersama petualangan Sherlock Holmes maupun perjalanan Richard Mayhew. Seandainya sesuatu sudah mengendap hingga berkerak di dasar hatimu, tak ada pisau yang cukup tajam untuk mengikisnya.

Harapan itu ada, impian itu terpupuk, dan rencana tersusun perlahan. Saya percaya kekuatan mimpi dan kekuatan para pemimpi. Kemungkinan sekecil apa pun akan dipeluk oleh para pemimpi. Harapan tak akan terhapuskan hanya karena satu atau dua usaha yang gagal. Akan ada kesempatan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, selama masih ada keyakinan bahwa segalanya bisa terjadi.

Jika tidak hari ini, maka besok, lusa, atau tahun yang akan datang, akan ada waktu yang tepat untuk menginjakkan kaki di Britania Raya. Jika tidak bisa menjelajahi museum atau situs-situs ternamanya, perkampungan atau sudut-sudut jalanannya sudah cukup menjadi pelipur bagi saya. Karena…bukankah cinta itu menerima apa adanya, tidak perlu menuntut istana serta kemegahannya?

potato1 potato2*Post ini dibuat dalam rangka Blog Contest Ngemil Eksis Pergi ke Inggris

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on May 29, 2014 in My Thoughts

 

3 responses to “Inggris, Mimpi yang tak Terkikis

  1. dyaahmuawiyah

    May 29, 2014 at 9:29 PM

    Ahh, mbak Bzee suka Inggris juga? Sama :)) Semenjak tahu kalo negara di Bumi ini nggak hanya Indonesia, udah pengen banget ke Inggris, sampai sekarang juga masih suka dan berharap XD

    Semoga bisa tercapai mbak :))

     
    • bzee

      May 31, 2014 at 6:52 PM

      Iyaa, amiin, semoga kamu juga disampaikan ke sana ya 🙂

       
      • dyaahmuawiyah

        May 31, 2014 at 7:48 PM

        Amin, siapa tau berangkat ke sananya bisa bareng mbak 😀

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: