RSS

Semesta yang Padat, Semesta yang Lengang

08 Feb

Membaca Billions & Billions karya Carl Sagan (review di sini) menimbulkan perasaan ‘penuh’ yang sangat menyenangkan. Saya suka bagaimana penulis mencakupkan ide-ide besarnya, kalimat-kalimat menusuknya, dan seluruh alam semesta dalam buku yang tebalnya kurang dari 300 halaman itu. Setiap halaman dalam buku itu merangsang otak saya untuk membuat satu post panjang, yang rasanya entah bagaimana harus kutuangkan tanpa menyalin seisi buku tersebut. Alternatifnya, saya mungkin akan membuat beberapa post terpisah yang mencakup sedikit ide yang terbersit dari membaca buku tersebut.

Salah satu hal yang menimbulkan perasaan yang tak asing ada dalam bagian pertama buku itu. Penulis membuka babnya dengan menunjukkan kepentingan sebuah angka. Angka bisa merangkum seluruh alam semesta dalam satu deret saja. Pertumbuhan manusia yang semakin berlipat-lipat, bagaimana kita menghitung jarak bintang yang ternyata sangat jauh, dan, jumlah bintang-bintang di luar sana (atau matahari-matahari berukuran raksasa dalam tata surya lain).

Bukan informasi baru bahwa ada jutaan trilyun, bahkan lebih, bintang-bintang, yang tersebar di sekian juta galaksi di alam semesta ini. Jika kita asumsikan setiap bintang memiliki beberapa planet yang mengitarinya, maka kita temukan beberapa kali lipat planet lebih banyak daripada bintang-bintang. Planet yang mungkin tidak bisa kita lihat karena jaraknya yang sangat jauh. Namun, ternyata para ilmuwan dunia tidak menyerah untuk terus mengembangkan pencarian terhadap benda angkasa nun jauh di sana.

Meanwhile, a range of other techniques are coming along. Besides pulsar timing glitches and Doppler measurements of the radial velocities of stars, interferometers on the ground or, better, in space; ground-based telescopes that cancel out the turbulence of the Earth’s atmosphere; ground-based observations using the gravitational lens effect of distant massive objects; and very accurate space-borne measurements of the dimming of a star when one of its planets passes in front of it all seem ready in the next few years to yield significant results. We are now on the verge of trolling through thousands of nearby stars, searching for their companions. To me it seems likely that in the coming decades we will have information on at least hundreds of other planetary systems close to us in the vast Milky Way Galaxy—and perhaps even a few small blue worlds graced with water oceans, oxygen atmospheres, and the telltale signs of wondrous life. (p.70-71)

Perasaan ini pernah muncul saat saya menonton Interstellar beberapa waktu lalu. Rasanya, jika mengingat seberapa kecilnya kita dibandingkan keseluruhan alam semesta, sangat mungkin bahwa kita tidak sendirian di semesta ini. Mungkin saja ada beberapa planet-mirip-bumi, tempat kehidupan yang sama, atau dunia dengan aturan dan hukum alam yang berbeda, seperti yang sedikit disinggung oleh Hawking di The Grand Design. Mungkin ada tata surya lain yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda, tetapi memungkinkan juga adanya kehidupan, sehingga menghasilkan bumi yang berbeda.

A Zoo of Galaxies

Galaksi Bima Sakti, tempat Tata Surya kita berada, hanya satu di antara sekian galaksi raksasa (image source)

Sebuah penangkap gelombang radio—yang merupakan salah satu spektrum gelombang cahaya—pernah menangkap suara yang diperkirakan dari makhluk ‘pandai’. Tetapi sayangnya tidak terulang lagi, mungkin saat gelombang itu mencapai kita, makhluk tersebut sudah musnah—mengingat trilyunan tahun cahaya yang ditimbulkannya. Atau mungkin pendekatan kita berbeda, teknologi kita belum bisa mencapai perbedaan tersebut.

Kita memiliki makhluk yang hidup di darat dan di air, dalam satu planet yang sama. Masing-masing memiliki organ dan sistem tubuh yang sesuai dengan lingkungan mereka, dan mereka bisa hidup. Tidak mustahil jika analogi ini diberlakukan untuk planet-planet dengan karakteristik yang berbeda. Kita kecil, kita tak pernah tahu. Kita belum tahu.

Semesta kita yang luas, yang dipadati oleh bintang-bintang, benarkah begitu lengang akan kehidupan?

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2015 in BookShelf

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: