RSS

Category Archives: QS

[QS] Konsekuensi Pribadi

Detail here

41:46

Whoever works righteousness benefits his own soul; whoever works evil, it is against his own soul: nor is thy Lord ever unjust (in the least) to His Servants.

Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat, maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-(Nya).

Qur’an Surah Fuşşilat (41). Ayat 46.

 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2015 in QS

 

[QS] Syukur

Bertepatan di malam kelima Ramadhan 1436 H ini, rasanya tepat sekali saya memulai post tentang ini. Sebenarnya sejak lama saya ingin menulis sekilas hikmah Al-Qur’an di blog ini, terutama yang sudah saya alami dan rasakan. Selain berbagi, sebenarnya yang utama adalah sebagai pengingat bagi diri sendiri. Post tentang ini akan saya beri tanda [QS], yang bisa diartikan Qur’an Series, Qur’an Stories, atau apa pun.

Ayat Qur’an saya copy dari quran.com, terjemahan saya ambil dari mushaf terbitan Qomari (bahasa Indonesia mengacu pada Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya Departemen Agama RI, bahasa Inggris dari Mushaf Al-Qur’an Terjemah Yusuf Ali).

31:12

We bestowed (in the past) Wisdom on Luqman: “Show (thy) gratitude to Allah.” Any who is (so) grateful does so to the profit of his own soul: but if any is ungrateful, verily Allah is free of all wants, worthy of all praise.

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesunguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

Qur’an, Surah Luqmaan (31), Ayat 12.

Bab mengenai syukur adalah salah satu pengingat akan titik balik saya di masa lalu. Di saat berbagai macam tekanan sebegitu besarnya, saya menemukan sendiri bahwa syukur adalah kunci untuk bahagia. Sebagaimana yang disebutkan ayat di atas, bersyukur adalah untuk diri kita sendiri. Saat bersyukur, saya merasakan sendiri ketenangan, pada akhirnya diri saya sendiri lah yang merasakannya. Begitupun sebaliknya, menjadi kufur/tidak bersyukur juga pada akhirnya berimbas pada kebahagiaan dan ketenangan diri kita sendiri.

Allah yang Maha Kaya tidak membutuhkan rasa syukur kita, tanpa kita bersyukur pun Allah tetap Kaya dan tetap Terpuji. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

 
1 Comment

Posted by on June 21, 2015 in QS

 
 
%d bloggers like this: